8.06.2010

    JUAL PIN & ID CARD MURAH

     

    Pin merupakan media promosi terbaik untuk usaha atau acara anda, dengan pin anda dapat menggantikan promosi anda melalui stiker, dengan pin anda juga dapat menjadikannya id card atau identitas, pin juga bisa menjadi hadiah dalam kegiatan acara, ulang tahun atau perkawinan.
    Ayo bikin pin sekarang juga untuk mengabadikan momen-momen pentingmu !!!

    4.27.2010

    Pendaftaran Poltekkes Jakarta I

    DEPARTEMEN KESEHATAN RI
    POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA I
    JURUSAN KEPERAWATAN
    MILIK PEMERINTAH
    (NEGERI)

    STATUS
    AKREDITASI : A
    JALUR PMDP DAN JALUR UMUM
    TAHUN AKADEMIK 2010/2011

    SekretariatJalan Wijayakusuma Raya No. 47 Cilandak Barat Jakarta Selatan
    Telpon (021) 75909605, (021) 7690415, Fax (021) 7664132.

    A. LATAR BELAKANG

    Dalam rangka meningkatkan sumber daya tenaga kesehatan sesuai dengan tuntunan era globalisasi dan kebutuhan pelayanan kesehatan, serta untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan dan menyiapkan tenaga profesional di bidang kesehatan secara efisiensi dan efektif, maka tenaga kesehatan dituntut untuk dapat bekerja secara profesional.
    Politeknik Kesehatan Jakarta I Mempunyai 4 Program Diploma III yaitu : Jurusan Keperawatan, Jurusan Kebidanan, Jurusan Kesehatan Gigi dan Jurusan Ortotik Prostetik. Sehubungan dengan hal tersebut,Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Jakarta I menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa secara terpadu dalam Politeknik Kesehatan Jakarta I.
    B. KURIKULUM

    1. Lama pendidikan yang ditempuh minimal 3 th. / 6 semester.
    2. Beban studi selama pendidikan : 113 SKS, muatan lokal Keperawatan Kardiovaskuler.
    3. Lahan praktek yang digunakan meliputi RSUP Fatmawati, RSUPN CM, RSUP Persahabatan, RSAB Harapan Kita, RSPAD Gatot Soebroto, RSUD Pasar Rebo, RSUD Budi Asih, RS. Dr. Marzoeki Mahdi Bogor, Rumah Sakit Dr. Soeharto Heerdjan, dan Puskesmas-Puskesmas di Wilayah Jakarta Selatan, serta daerah binaan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

    C. SARANA PENDIDIKAN

    1. Ruang kuliah
    2. Laboratorium :
    - Keperawatan
    - Biomedik
    - Bahasa Inggris
    - Komputer
    3. Perpustakaan
    4. Ruang Serbaguna
    5. Lapangan Olah Raga

    D. LAPANGAN KERJA

    1. Rumah Sakit Pemerintah,TNI/ POLRI, swasta
    2. Puskesmas dan Dinas Kesehatan
    3. Praktek mandiri dan berkelompok (klinik)
    4. Bekerja di Luar Negeri
    5. Dll

    E. PERSYARATAN CALON PESERTA DIDIK

    I. 1. Jalur Umum
    a. Warga Negara Republik Indonesia
    b. Dasar Pendidikan
    1) Lulusan SMU, SMA, Madrasah Aliyah Jurusan IPA
    2) Tinggi badan minimal :
    - Laki-laki : 155 cm
    - Perempuan : 150 cm
    3) Usia Maksimal 22 tahun
    4) Pas Foto terbaru berwarna 4x6 (6lbr)
    5) Foto Copy Ijazah dan Nilai UAN yang telah legalisir
    6) Berbadan sehat, tidak buta warna dan tidak tuna fisik
    lainnya yang dapat mengganggu tugas profesinya kelak.

    II. CARA SELEKSI
    A. Melalui Seleksi Penelusuran Minat dan Prestasi (Jalur PMDP)
    1. Seleksi PMDP Memiliki nilai minimal 7 untuk mata ajaran Matematika, IPA (Biologi, Fisika dan Kimia), Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia semester 1 s.d 6. (foto copy rapor dilegalisir)
    2. Tidak memiliki nilai sama/kurang dari 5 untuk semua mata ajar sejak semester 1 s.d. 6
    B. Melalui Seleksi Ujian Tulis (UTUL):
    Materi utul: Matematika, Bhs. Inggris, IPA (Biologi, Fisika, Kimia) dan Bhs Indonesia
    C. Uji kesehatan dan psikotest/uji kemampuan ( setelah lulus uji tulis)
    D.Calon Mahasiswa : lulus utul ,uji kesehatan & psikotes

    III. CARA PENDAFTARAN
    1. Calon peserta datang sendiri ke tempat pendaftaran
    2. Membawa dan menyerahkan
    a. Foto Copy Ijazah/STTB & DANUAN yang telah dilegalisir atau surat keterangan lulus
    b. Pas foto hitam putih terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 2 lembar, menghadap kedepan, tidak memakai kaca mata hitam dan kedua telinga harus dapat dilihat kecuali bagi calon yang memakai jilbab
    3. lain lain; setelah diterima sebagai mahasiswa wajib mengisi:
    a. Surat pernyataan kesediaan mematuhi peraturan pendidikan
    b. Surat pernyataan kesediaan menanggung biaya pendidikan
    (dari calon peserta didik atau penyandang dana)

    IV. WAKTU & TEMPAT PENDAFTARAN
    1. Waktu : 12 April 2010 s.d 18 Juni 2010
    Hari : tiap hari kerja Senin s.d Jum’at
    pukul : 09.00 – 15.00.

    2.Tempat : Politeknik Kesehatan Jakarta I
    Jl. Wijayakusuma Raya No. 47 Cilandak Barat Jakarta Selatan
    Telepon (021) 75909605, (021) 7690415, Fax (021) 7664132
    3. Biaya Pendaftaran :
    - Jalur Umum 2 Pilihan Rp. 100.000,-
    1 Pilihan Rp. 75.000,-
    - Jalur PMDP Rp. 75.000,-

    V. UJIAN SELEKSI

    1. Ujian Tulis
    Pelaksanaan : 23 Juni 2010

    Waktu :
    Tempat : ditentukan kemudian.

    2. Ujian Kesehatan

    Dilaksanakan bagi mereka yang telah dinyatakan lulus uji tulis

    3. Wawancara/Psikotest.

    Dilaksanakan bagi mereka yang telah dinyatakan lulus uji kesehatan

    VI. BIAYA PENDIDIKAN
    Jurusan Keperawatan SPP/Semester : Rp. 1.800.000,-, Dana Pengembangan pendidikan
    Rp. 4.500.000

    VII. Hal – hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada waktu
    pendaftaran

    4.03.2010

    Askep Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan : Patent Ductus Arteriosus (PDA)

    Askep Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan : Patent Ductus Arteriosus (PDA)


    Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah sekumpulan malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal waktu bayi. Apabila penyakit jantung bawaan ditemukan pada orang dewasa, hal ini menunjukkan bahwa pasien tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda.
    (IPD FKUI,1996 ;1134)


    A. Pengertian

    Duktus Arteriosus adalah saluran yang berasal dari arkus aorta ke VI pada janin yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta desendens. Pada bayi normal duktus tersebut menutup secara fungsional 10 – 15 jam setelah lahir dan secara anatomis menjadi ligamentum arteriosum pada usia 2 – 3 minggu. Bila tidak menutup disebut Duktus Arteriosus Persisten (Persistent Ductus Arteriosus : PDA). (Buku ajar kardiologi FKUI, 2001 ; 227)

    Patent Duktus Arteriosus adalah kegagalan menutupnya ductus arteriosus (arteri yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal) pada minggu pertama kehidupan, yang menyebabkan mengalirnya darah dari aorta tang bertekanan tinggi ke arteri pulmonal yang bertekanan rendah. (Suriadi, Rita Yuliani, 2001; 235)

    Patent Duktus Arteriosus (PDA) adalah tetap terbukanya duktus arteriosus setelah lahir, yang menyebabkan dialirkannya darah secara langsung dari aorta (tekanan lebih tinggi) ke dalam arteri pulmoner (tekanan lebih rendah). (Betz & Sowden, 2002 ; 375)


    B. Etiologi
    Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan :
    1. Faktor Prenatal :
    1. Ibu menderita penyakit infeksi : Rubella.
    2. Ibu alkoholisme.
    3. Umur ibu lebih dari 40 tahun.
    4. Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang memerlukan insulin.
    5. Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu.


    2. Faktor Genetik :
    1. Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan.
    2. Ayah / Ibu menderita penyakit jantung bawaan.
    3. Kelainan kromosom seperti Sindrom Down.
    4. Lahir dengan kelainan bawaan yang lain.
    (Buku Ajar Keperawatan Kardiovaskuler, Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional Harapan Kita, 2001 ; 109)


    C. Manifestasi Klinis
    Manifestasi klinis PDA pada bayi prematur sering disamarkan oleh masalah-masalah lain yang berhubungan dengan prematur (misalnya sindrom gawat nafas). Tanda-tanda kelebihan beban ventrikel tidak terlihat selama 4 – 6 jam sesudah lahir. Bayi dengan PDA kecil mungkin asimptomatik, bayi dengan PDA lebih besar dapat menunjukkan tanda-tanda gagal jantung kongestif (CHF)

    • Kadang-kadang terdapat tanda-tanda gagal jantung
    • Machinery mur-mur persisten (sistolik, kemudian menetap, paling nyata terdengar di tepi sternum kiri atas)
    • Tekanan nadi besar (water hammer pulses) / Nadi menonjol dan meloncat-loncat, Tekanan nadi yang lebar (lebih dari 25 mm Hg)
    • Takhikardia (denyut apeks lebih dari 170), ujung jari hiperemik
    • Resiko endokarditis dan obstruksi pembuluh darah pulmonal.
    • Infeksi saluran nafas berulang, mudah lelah
    • Apnea
    • Tachypnea
    • Nasal flaring
    • Retraksi dada
    • Hipoksemia
    • Peningkatan kebutuhan ventilator (sehubungan dengan masalah paru)
    (Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236, Betz & Sowden, 2002 ; 376)


    D. Komplikasi
     Endokarditis
     Obstruksi pembuluh darah pulmonal
     CHF
     Hepatomegali (jarang terjadi pada bayi prematur)
     Enterokolitis nekrosis
     Gangguan paru yang terjadi bersamaan (misalnya sindrom gawat nafas atau displasia bronkkopulmoner)
     Perdarahan gastrointestinal (GI), penurunan jumlah trombosit
     Hiperkalemia (penurunan keluaran urin.
     Aritmia
     Gagal tumbuh
    (Betz & Sowden, 2002 ; 376-377, Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236)



    E. Penatalaksanaan Medis

     Penatalaksanaan Konservatif : Restriksi cairan dan bemberian obat-obatan : Furosemid (lasix) diberikan bersama restriksi cairan untuk meningkatkan diuresis dan mengurangi efek kelebihan beban kardiovaskular, Pemberian indomethacin (inhibitor prostaglandin) untuk mempermudah penutupan duktus, pemberian antibiotik profilaktik untuk mencegah endokarditis bakterial.
     Pembedahan : Pemotongan atau pengikatan duktus.
     Non pembedahan : Penutupan dengan alat penutup dilakukan pada waktu kateterisasi jantung.
    (Betz & Sowden, 2002 ; 377-378, Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236)


    F. Pemeriksaan Diagnostik

    1. Foto Thorak : Atrium dan ventrikel kiri membesar secara signifikan (kardiomegali), gambaran vaskuler paru meningkat
    2. Ekhokardiografi : Rasio atrium kiri tehadap pangkal aorta lebih dari 1,3:1 pada bayi cukup bulan atau lebih dari 1,0 pada bayi praterm (disebabkan oleh peningkatan volume atrium kiri sebagai akibat dari pirau kiri ke kanan)
    3. Pemeriksaan dengan Doppler berwarna : digunakan untuk mengevaluasi aliran darah dan arahnya.
    4. Elektrokardiografi (EKG) : bervariasi sesuai tingkat keparahan, pada PDA kecil tidak ada abnormalitas, hipertrofi ventrikel kiri pada PDA yang lebih besar.
    5. Kateterisasi jantung : hanya dilakukan untuk mengevaluasi lebih jauh hasil ECHO atau Doppler yang meragukan atau bila ada kecurigaan defek tambahan lainnya.
    (Betz & Sowden, 2002 ;377)



    G. Pengkajian

     Riwayat keperawatan : respon fisiologis terhadap defek (sianosis, aktivitas terbatas)
     Kaji adanya tanda-tanda gagal jantung, nafas cepat, sesak nafas, retraksi, bunyi jantung tambahan (machinery mur-mur), edera tungkai, hepatomegali.
     Kaji adanya hipoksia kronis : Clubbing finger
     Kaji adanya hiperemia pada ujung jari
     Kaji pola makan, pola pertambahan berat badan
     Pengkajian psikososial meliputi : usia anak, tugas perkembangan anak, koping yang digunakan, kebiasaan anak, respon keluarga terhadap penyakit anak, koping keluarga dan penyesuaian keluarga terhadap stress.

    H. Diagnosa Keperawatan

    1. Penurunan Curah jantung b.d malformasi jantung.
    2. Gangguan pertukaran gas b.d kongesti pulmonal.
    3. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara pemakaian oksigen oleh tubuh dan suplai oksigen ke sel.
    4. Perubahan pertumbuhan dan perkembangan b.d tidak adekuatnya suplai oksigen dan zat nutrisi ke jaringan.
    5. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d kelelahan pada saat makan dan meningkatnya kebutuhan kalori.
    6. Resiko infeksi b.d menurunnya status kesehatan.
    7. Perubahan peran orang tua b.d hospitalisasi anak, kekhawatiran terhadap penyakit anak.

    I. Intervensi

    1. Mempertahankan curah jantung yang adekuat :
    • Observasi kualitas dan kekuatan denyut jantung, nadi perifer, warna dan kehangatan kulit
    • Tegakkan derajat sianosis (sirkumoral, membran mukosa, clubbing)
    • Monitor tanda-tanda CHF (gelisah, takikardi, tachypnea, sesak, mudah lelah, periorbital edema, oliguria, dan hepatomegali)
    • Kolaborasi pemberian digoxin sesuai order, dengan menggunakan teknik pencegahan bahaya toksisitas.
    • Berikan pengobatan untuk menurunkan afterload
    • Berikan diuretik sesuai indikasi.

    2. Mengurangi adanya peningkatan resistensi pembuluh paru:
    • Monitor kualitas dan irama pernafasan
    • Atur posisi anak dengan posisi fowler
    • Hindari anak dari orang yang terinfeksi
    • Berikan istirahat yang cukup
    • Berikan nutrisi yang optimal
    • Berikan oksigen jika ada indikasi

    3. Mempertahankan tingkat aktivitas yang adekuat :
    • Ijinkan anak untuk sering beristirahat, dan hindarkan gangguan pada saat tidur
    • Anjurkan untuk melakukan permainan dan aktivitas ringan
    • Bantu anak untuk memilih aktivitas yang sesuai dengan usia, kondisi dan kemampuan anak.
    • Hindarkan suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin
    • Hindarkan hal-hal yang menyebabkan ketakutan / kecemasan pada anak

    4. Memberikan support untuk tumbuh kembang
    • Kaji tingkat tumbuh kembang anak
    • Berikan stimulasi tumbuh kembang, kativitas bermain, game, nonton TV, puzzle, nmenggambar, dan lain-lain sesuai kondisi dan usia anak.
    • Libatkan keluarga agar tetap memberikan stimulasi selama dirawat

    5. Mempertahankan pertumbuhan berat badan dan tinggi badan yang sesuai
    • Sediakan diit yang seimbang, tinggi zat-zat nutrisi untuk mencapai pertumbuhan yang adekuat
    • Monitor tinggi badan dan berat badan, dokumentasikan dalam bentuk grafik untuk mengetahui kecenderungan pertumbuhan anak
    • Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama dan waktu yang sama
    • Catat intake dan output secara benar
    • Berikan makanan dengan porsi kecil tapi sering untuk menghindari kelelahan pada saat makan
    • Anak-anak yang mendapatkan diuretik biasanya sangat haus, oleh karena itu cairan tidak dibatasi.

    6. Anak tidak akan menunjukkan tanda-tanda infeksi
    • Hindari kontak dengan individu yang terinfeksi
    • Berikan istirahat yang adekuat
    • Berikan kebutuhan nutrisi yang optimal

    7. Memberikan support pada orang tua
    • Ajarkan keluarga / orang tua untuk mengekspresikan perasaannya karena memiliki anak dengan kelainan jantung, mendiskudikan rencana pengobatan, dan memiliki peranan penting dalam keberhasilan pengobatan
    • Ekplorasi perasaan orang tua mengenai perasaan ketakutan, rasa bersalah, berduka, dan perasaan tidak mampu
    • Mengurangi ketakutan dan kecemasan orang tua dengan memberikan informasi yang jelas
    • Libatkan orang tua dalam perawatan anak selama di rumah sakit
    • Memberikan dorongan kepada keluarga untuk melibatkan anggota keluarga lain dalama perawatan anak.

    J. Hasil Yang Diharapkan

    1. Anak akan menunjukkan tanda-tanda membaiknya curah jantung
    2. Anak akan menunjukkan tanda-tanda tidak adanya peningkatan resistensi pembuluh paru
    3. Anaka akan mempertahankan tingkat aktivitas yang adekuat
    4. Anak akan tumbuh sesuai dengan kurva pertumbuhan berat dan tinggi badan
    5. Anaka akan mempertahankan intake makanan dan minuman untuk mempertahankan berat badan dan menopang pertumbuhan
    6. Anak tidak akan menunjukkan tanda-tanda infeksi
    7. Orang tua akan mengekspresikan perasaannya akibat memiliki anak dengan kelainan jantung, mendiskusikan rencana pengobatan, dan memiliki keyakinan bahwa orang tua memiliki peranan penting dalam keberhasilan pengobatan.

    K. Perencanaan Pemulangan

    • Kontrol sesuai waktu yang ditentukan
    • Jelaskan kebutuhan aktiviotas yang dapat dilakukan anak sesuai dengan usia dan kondisi penyakit
    • Mengajarkan ketrampilan yang diperlukan di rumah, yaitu :
    - Teknik pemberian obat
    - Teknik pemberian makanan
    - Tindakan untuk mengatasi jika terjadi hal-hal yang mencemaskan tanda-tanda komplikasi, siapa yang akan dihubungi jika membutuhkan pertolongan.

    3.24.2010

    KUMPULAN MATERI PELATIHAN JANTUNG

    3.15.2010

    EKG Emulator


    Sekarang belajar EKG ndak perlu susah-susah karena dunia ini sempit. liat nie aqw dapat adri situs sebelah dunia sono. kemarin ada dosen yang ngajarin dikasih tutorial ini tapi versi jadul. akhirnya ane utek-utek sumbernya. Akhirnya dapat juga situsnya. Bingung cara downloadnya ane cari kesana-kesini ndak dapat-dapat. O iya ane ingat ada trik menyimpan versi jadul yaitu tinggal save as complete. jreng-jreng dapet dech. ehehehe :D



    Karena ilmu itu untuk berbagi bagi para sobat-sobat yang pengin belajar EKG silahkan diunduh nie file. disini disediain tampilan menu-menu sinus/kelainan irama jantung ada aritmia, disritmia, Atrial Fibrilasi dan lain2. beserta ada gamenya buat ngetes kemampuan sobat-sobat. klo gambar ini termasuk sinus apa. ajib bener dah pokoknya nie aplikasi. :D


    Download Filenya Disini-->> DOWNLOAD

    Buat Pemutarnya disini--->>  DOWNLOAD

    Selamat Mencoba dan semoga Sukses ya !!! :)
     

    Kuliah Keperawatan Kebidanan's Fan Box

    Site Info

    Kuliah Keperawatan Kebidanan Copyright © 2010 Community is Designed by Tyo